TREN ARTIS JADI CALEG, PANTASKAH?
Artis biasanya kita kenal sebagai seniman yang bekerja di dunia hiburan (entertainment). Tugas mereka memang sangat didukung dengan talenta yang bisa memikat khalayak ramai. Mereka bisa menjadi semacam magnet yang mempengaruhi jiwa pemirsa media. Berarti dapat disimpulkan jika artis memang mampu mempengaruhi banyak orang. Nah itu yang biasanya digunakan banyak parpol untuk menarik massa. Hasilnya sudah pasti dapat ditebak, dengan usaha yang cukup saja sudah bisa didapatkan suara massa yang fantastik. Itu mungkin asumsi yang ada dipikiran banyak orang atau bahkan pada pikiran petinggi partai-partai yang menerapkan strategi itu.
Artis yang biasa bekerja dalam dunia entertainment memang sangat bagus jika mampu melakukan fungsi itu apalagi ditambah kemampuan mereka dalam menghibur. Boleh jadi ini merupakan hal yang menguntungkan disaat bangsa ini penuh dengan kegelisahan dan krisis yang membuat banyak orang stres, artis hadir dalam kemasan yang komplit yaitu sebagai wakil rakyat sekaligus penghibur kesusahan. Majunya artis sebagai caleg maupun calon pemimpin daerah memang tetap harus diapresiasi, terlepas mereka mampu atau tidak bahkan saat meraka hanya dijadikan kendaraan politik partai untuk mengumpulkan banyak suara. Namun demikian, masyarakat tentu saja sudah memahami bahwa image wakil rakyat sekarang biasanya hanya mengobral janji saat kampanye saja sedangkan realisasinya sangat jauh dari harapan. Permasalahan ini sudah terekam secara akumulatif di otak bawah sadar sehingga sangat sulit bagi mereka mempercayai calon wakilnya.
Hal ini akan berbeda jika masyarakat secara umum menyadari bahwa wakil rakyat dipilih untuk mewakili aspirasi rakyat untuk disampaikan kepada pemerintah. Nasib rakyat ada ditangan wakil dan pemerintah. Wakil yang tidak mempunyai kompetensi tidak akan mampu menjembatani suara rakyat maupun sebagai kontrol pemerintah. Karena tidak adanya komunikasi aspirasi rakyat yang baik dari wakil rakyat kepada pemerintah maka pemerintah banyak melakukan kesalahan pengambilan kebijakan sehingga ujung-ujungnya rakyat yang menderita. Rakyat harus memahami bahwa nasib mereka bukan tergantung pada kemampuan wakil rakyat untuk menghibur maupun kekuatan keuangan/finansial calon walik rakyat tersebut tetapi kemampuan wakil rakyat dalam menjalankan amanahnya.
Secara obyektif marilah kita coba telaah lebih jauh bagaimana kondisi para artis yang mencalonkan sebagai caleg maupun pemimpin daerah. Seorang manusia memang sejak lahir sudah dibekali kemampuan dan keahlian terpendam yang akan tajam setelah diasah dengan proses kehidupan. Begitu juga dengan caleg maupun calon pemimpin daerah. Tampaknya banyak dari mereka yang mengabaikan hukum proses ini. Terlepas mereka melalui pendidikan kepemimpinan dan polotik yang jelas atau tidak, masyarakat pasti memandang bahwa para artis tersebut tidak melalui tahap demi tahap proses pembelajaran politik ini. Masyarakat hanya tahu para artis-artis tersebut hanya berkecimpung didunia hiburan. Sedangkan mereka tiba-riba tampil dengan kemasan caleg di DPR maka sudah barang tentu banyak yang meragukan mereka. Setidaknya banyak masyarakat yang memandang mereka seperti ”calon pemimpin prematur” yang tiba-tiba muncul sebagai wakil rakyat di lembaga tertinggi negara. Bagaimana tidak? Jika kita analogikan seperti proses pendidikan formal kita, pasti kita melewati SD, SMP, SMA, kemudian kuliah. Hal itu jelas ada sebuah proses pendewasaan dan peningkatan kemampuan lewat tahapan pendidikan formal tadi. Tetapi mungkin para artis menganggap hal itu tidak begitu penting. Dengan pelatihan dan penguasaan trik-trik politik praktis ditambah idealisme yang dimiliki, mereka sudah berani menempatkan diri sebagai caleg di lembaga tertinggi negara tanpa melewati tahapan dasar terlebih dahulu. Hal inilah yang membuat banyak kalangan pesimis dan menganggap politik hanya dijadikan untuk memenangkan suara dengan berbagai cara tanpa mempertimbangkan proses pendidikan politik kader-kader partai.
Oleh karena itu, masyarakat tidak boleh terjebak pada berbagai trik politik partai yang mementingkan pemenangan suara saja. Tetapi sebaiknya memilih partai yang benar-benar bekerja untuk menciptakan kesejahteraan umat dengan proses-proses politik yang benar. Para artis boleh saja mencoba untuk masuk ke dunia politik, asalkan sudah dewasa dalam berpolitik dan memiliki kemampuan. Tetapi politik adalah invesatsi jangka panjang. Siapapun yang mampu membangun kepercayaan rakyat sekarang sampai seterusnyalah yang akan bertahan dan senantiasa dirindukan rakyat. Wallahu ’alam.



