BocahGunung Menyapa

ARTIS JADI CALEG,PANTASKAH?

Agustus 14, 2008 · 3 Komentar

TREN ARTIS JADI CALEG, PANTASKAH?

 

Artis biasanya kita kenal sebagai seniman yang bekerja di dunia hiburan (entertainment). Tugas mereka memang sangat didukung dengan talenta yang bisa memikat khalayak ramai. Mereka bisa menjadi semacam magnet yang mempengaruhi jiwa pemirsa media. Berarti dapat disimpulkan jika artis memang mampu mempengaruhi banyak orang. Nah itu yang biasanya digunakan banyak parpol untuk menarik massa. Hasilnya sudah pasti dapat ditebak, dengan usaha yang cukup saja sudah bisa didapatkan suara massa yang fantastik. Itu mungkin asumsi yang ada dipikiran banyak orang atau bahkan pada pikiran petinggi partai-partai yang menerapkan strategi itu.

Artis yang biasa bekerja dalam dunia entertainment memang sangat bagus jika mampu melakukan fungsi itu apalagi ditambah kemampuan mereka dalam menghibur. Boleh jadi ini merupakan hal yang menguntungkan disaat bangsa ini penuh dengan kegelisahan dan krisis yang membuat banyak orang stres, artis hadir dalam kemasan yang komplit yaitu sebagai wakil rakyat sekaligus penghibur kesusahan. Majunya artis sebagai caleg maupun calon pemimpin daerah memang tetap harus diapresiasi, terlepas mereka mampu atau tidak bahkan saat meraka hanya dijadikan kendaraan politik partai untuk mengumpulkan banyak suara. Namun demikian, masyarakat tentu saja sudah memahami bahwa image wakil rakyat sekarang biasanya hanya mengobral janji saat kampanye saja sedangkan realisasinya sangat jauh dari harapan. Permasalahan ini sudah terekam secara akumulatif di otak bawah sadar sehingga sangat sulit bagi mereka mempercayai calon wakilnya.

Hal ini akan berbeda jika masyarakat secara umum menyadari bahwa wakil rakyat dipilih untuk mewakili aspirasi rakyat untuk disampaikan kepada pemerintah. Nasib rakyat ada ditangan wakil dan pemerintah. Wakil yang tidak mempunyai kompetensi tidak akan mampu menjembatani suara rakyat maupun sebagai kontrol pemerintah. Karena tidak adanya komunikasi aspirasi rakyat yang baik dari wakil rakyat kepada pemerintah maka pemerintah banyak melakukan kesalahan pengambilan kebijakan sehingga ujung-ujungnya rakyat yang menderita. Rakyat harus memahami bahwa nasib mereka bukan tergantung pada kemampuan wakil rakyat untuk menghibur maupun kekuatan keuangan/finansial calon walik rakyat tersebut tetapi kemampuan wakil rakyat dalam menjalankan amanahnya.

Secara obyektif marilah kita coba telaah lebih jauh bagaimana kondisi para artis yang mencalonkan sebagai caleg maupun pemimpin daerah. Seorang manusia memang sejak lahir sudah dibekali kemampuan dan keahlian terpendam yang akan tajam setelah diasah dengan proses kehidupan. Begitu juga dengan caleg maupun calon pemimpin daerah. Tampaknya banyak dari mereka yang mengabaikan hukum proses ini. Terlepas mereka melalui pendidikan kepemimpinan dan polotik yang jelas atau tidak, masyarakat pasti memandang bahwa para artis tersebut tidak melalui tahap demi tahap proses pembelajaran politik ini. Masyarakat hanya tahu para artis-artis tersebut hanya berkecimpung didunia hiburan. Sedangkan mereka tiba-riba tampil dengan kemasan caleg di DPR maka sudah barang tentu banyak yang meragukan mereka. Setidaknya banyak masyarakat yang memandang mereka seperti ”calon pemimpin prematur” yang tiba-tiba muncul sebagai wakil rakyat di lembaga tertinggi negara. Bagaimana tidak? Jika kita analogikan seperti proses pendidikan formal kita, pasti kita melewati SD, SMP, SMA, kemudian kuliah. Hal itu jelas ada sebuah proses pendewasaan dan peningkatan kemampuan lewat tahapan pendidikan formal tadi. Tetapi mungkin para artis menganggap hal itu tidak begitu penting. Dengan pelatihan dan penguasaan trik-trik politik praktis ditambah idealisme yang dimiliki, mereka sudah berani menempatkan diri sebagai caleg di lembaga tertinggi negara tanpa melewati tahapan dasar terlebih dahulu. Hal inilah yang membuat banyak kalangan pesimis dan menganggap politik hanya dijadikan untuk memenangkan suara dengan berbagai cara tanpa mempertimbangkan proses pendidikan politik kader-kader partai.

Oleh karena itu, masyarakat tidak boleh terjebak pada berbagai trik politik partai yang mementingkan pemenangan suara saja. Tetapi sebaiknya memilih partai yang benar-benar bekerja untuk menciptakan kesejahteraan umat dengan proses-proses politik yang benar. Para artis boleh saja mencoba untuk masuk ke dunia politik, asalkan sudah dewasa dalam berpolitik dan memiliki kemampuan. Tetapi politik adalah invesatsi jangka panjang. Siapapun yang mampu membangun kepercayaan rakyat sekarang sampai seterusnyalah yang akan bertahan dan senantiasa dirindukan rakyat. Wallahu ’alam.

→ 3 CommentsKategori: Pemerintahan
Tagged: , , , ,

MANAJEMEN WAKTU “HOW TO MANAGE TIME”

Agustus 11, 2008 · 1 Komentar

MANAJEMEN WAKTU “HOW TO MANAGE TIME

Pernahkan kita merasa terlalu sibuk kewalahan dengan pekerjaan, mengulur-ulur batas waktu, frustasi karena tidak pernah mendapat waktu cukup untuk melakukan pekerjaan? Padahal semua tahu bahwa setiap manusia punya 24 jam dalam sehari tidak peduli siapapun itu. Jika kita merasa jawaban pertanyaan diatas “ya” maka ada yang salah dalam pengaturan hidup kita. Kita tahu juga kalau waktu adalah salah satu sumber daya hidup yang perlu dikelola. Jika jawaban pertanyaan diatas “ya” berarti ada masalah dalam pengelolaan waktu kita. Seorang muslim pasti sangat memahami mengapa Alloh SWT berfirman Surat Al Ashr yang menjelaskan begitu pentingnya waktu. Begitu juga dengan peribahasa “waktu ibarat pedang”, seorang yang mampu memainkan pedangnya dengan baik maka dia akan mampu mengalahkan berbagai permasalahan kehidupan. Jika tidak, maka pedang itulah atau kehidupan itulah yang akan menghabisinya. Sayangya sebagian besar dari kita kurang begitu mengetahui cara pengaturan waktu yang baik.

Tulisan ini akan sedikit mengupas bagaimana cara pengaturan waktu yang baik. Informasi ini bisa dicoba dan diterapkan untuk mengatur waktu kita sebagai seorang insan yang lintas aktivitas, lintas sektor dan lintas kehidupan. Manajemen waktu adalah mengelola waktu hingga dapat hasil optimal. Sebagaimana pernyataan dari Julie-Ann Ramos: “Anda tidak hanya datang dan mulai tugas-tugas Anda, Anda harus berhenti sejenak dan mengevaluasi. Apa penting? Apa mendesak? Apa yang terlewatkan?” Pada dasarnya kita perlu menggunakan waktu untuk benar-benar melakukan banyak hal, yaitu mencapai sesuatu – bukan sekedar sibuk. Siapapun bisa sibuk, tapi sibuklah untuk hal yang tepat

Ada sebuah aturan yang sering kita dengar, Aturan Pareto, menyatakan 80% aktivitas kita hanya menghasilkan imbalan yang kurang signifikan (20% hasil). Untuk mengatasi hal ini, kita bisa mendelegasikan pekerjaan yang menurut kita kurang penting kepada orang lain, negosiasikan untuk dapat dikerjakan secara bersama-sama, berhentilan jika menurut kita aktivitas itu tidak berguna, tundalah sampai pekerjaan itu menumpuk dan kelompokkan sehingga bisa dikerjakan perjenis pekerjaannya.

Sedangakan untuk mendapatkan hasil maksimal (80% hasil) dengan hanya usaha 20%, yang bisa kita lakukan digambarkan secara jelas oleh Julie-Ann Ramos: “Anda tidak mungkin cakap pada semua hal. Berupaya memperbaiki dan berkonsentrasi pada segala sesuatu adalah tugas yang sia-sia. Jangan kuatir tentang itu, fokuslah pada hal-hal yang terpenting saja

Manajemen waktu adalah bagaimana mengatur prioritas pekerjaan. Mempertimbangkan aktivitas secara terpisah:

1. Pentingnya; aktivitas yang perlu dilakukan dengan benar, berkaitan dengan kualitas. Jadi termasuk tugas dalam kategori 20%

2. Mendesaknya; aktivitas yang berkaitan dengan waktu, bukan kualitas.

Kita bisa mengelompokkan pekerjaan berdasarkan prioritasnya dengan memperhatikan grafik dibawah ini :

Namun semua itu butuh waktu, masalah utama dalam manajemen adalah menginvestasikan waktu sekarang untuk kegiatan-kegiatan yang mendatangkan manfaat di kemudian hari. “Mengerjakan sesuatu hal yang tepat dengan urutan yang tepat akan menghemat banyak waktu dan tenaga”

Dalam manejemen waktu juga dikenal bagaimana membuat batasan-batasan. Tidak semua pekerjaan harus kita kerjakan bukan,

· Batasi kesediaan, tidak semua ajakan teman kita harus kita penuhi. Coba pertimbangkan menurut penting dan mendesaknya.

· Batasi durasinya, dalam mengerjakan segala sesuatu alangkah baiknya jika kita batasi waktu pengerjaannya.

· Batasi pentingnya, artinya kita batasi kualitasnya. Sampai seberapa tinggi kualitas hasil pekerjaan kita, sempurnakah atau cukup optimal. Mengejar kesempurnaan dengan mengabaikan pekerjaan yang lain bukan pandan manager waktu yang baik.

· Batasi keterlibatan, jika pekerjaan itu bisa didelegasikan kepada orang lain dengan hasil pekerjaan yang cukup baik, mengapa tidak kita lakukan. Sementara itu kita mengerjakan pekerjaan yang lebih penting.

Untuk melakukan pekerjaan dengan hasil maksimal, kita juga harus mempertimbangkan ”Prime Time”. Waktu utama/emas setiap orang boleh jadi berbeda-beda. Waktu ini merupakan waktu dimana potensi dan kekuatan (pikiran dan jiwa) bisa bersinergi sehingga hasil pekerjaan menjadi fantastik. Secara umum dari keseluruhan tulisan ini, yang harus kita lakukan dalam mengelola waktu adalah :

1. Identifikasi semua aktivitas/pekerjaan yang hendak kita lakukan.

2. Mengelompokkan setiap aktivitas menurut penting dan mendesaknya.

3. Menetapkan batasan-batasan.

4. Mengetahui dan menggunakan Prime Time dengan sebaik-baiknya.

5. Membuat rencana kegiatan dan melaksanakan secara konsisten.

Semoga Tulisan ini bisa bermanfaat. Amien…

→ 1 CommentKategori: Strategy Management
Tagged: ,

SUCCESSFUL STRATEGY EXECUTION

Agustus 4, 2008 · 1 Komentar

SUCCESSFUL STRATEGY EXECUTION

S

trategi. Mungkin kata ini sudah sering muncul dalam hal perencanaan organisasi. Strategi sering disederhanakan sebagai suatu cara sistematis untuk mencapai tujuan tertentu. Peranan strategi dalam menentukan arah dan masa depan organisasi (perusahaan, intitusi, organisasi massa dan lain-lain) memang tidak dapat dipungkiri, bahkan sebagian orang menganggap bahwa “Strategy is Destiny”. Strategi sangat menentukan nasib organisasi.

Banyak orang menganggap strategi hanya identik dengan perencanaan. Padahal, banyak perencanaan strategi yang indah diatas kertas tetapi lemah bahkan sulit diimplementasikan. Merencanakan stretegi sangat berbeda dengan melaksanakan rencana tersebut. Perlu keahlian dan kecerdasan berbeda untuk melakukan keduanya. Riset dari Economist Intelligence Unit dan Marakon Associates menunjukkan bahwa rata-rata organisasi bisnis hanya memperoleh 63% dari potensial kinerja keuangan seperti yang dijanjikan strateginya. Hal inilah yang sering disebut “Strategy to Performance Gap

Tulisan ini ingin mengupas secara global buku hasil karya Michel Syrett yang berjudul “Successful Strategy Execution” dimana buku tersebut menjelaskan bagaimana cara meminimalkan gap tersebut. Menurut Michel Syrett, kesuksesan eksekusi/ implementasi strategi tergantung pada dua faktor, yaitu fokus dan kebebasan.

Pertama, fokus pada tujuan yang tepat, yang menyatukan organisasi dibalik strategi itu, menentukan definisi dan ukuran kesuksesan serta mengalokasikan sumber daya secara efisien dan efektif. Kedua, kebebasan yang diberikan kepada organisasi untuk menemukan cara-cara baru yang kreatif dan inovatif dalam mencapai tujuan organisasi. Kedua faktor diatas sangat berkaitan. Dengan kata lain,untuk mencapai kesuksesan eksekusi strategi diperlukan fokus yang tinggi dan kebebasan yang tinggi pula.

Lebih lanjut, terdapat referensi dari artikel “How Manager Everyday Decision Create or Destroy Your Company’s Stategy” (Havard Business Review, Februari 2007) menyatakan bahwa keputusan yang diambil manager 2 sampai 3 level kebawah (dibawah pimpinan tertinggi perusahaan) dapat membentuk stretegi atau bahkan menghancurkannya. Untuk itu, setiap anggota organisasi harus mengetahui apa yang hendak dicapai, mengapa hal itu harus dicapai, sehingga setiap orang dapat menentukan apa yang hendak dilakukan dengan tepat.

Prinsip kepemimpinan misi (mission leadership) yang didasarkan pada doktrin komando militer menjadi dasar penerapan kepemimpinan ini. “Beritahukan apa yang hendak dilakukan, bukan bagaimana cara melakukannya” merupakan inti kepemimipinan misi. Seorang pemimpin harus mensosialisaikan tujuan yang hendak dicapai dan mengapa harus tercapai kemudian memberikan kesempatan dan pemberdayaan kepada bawahannya untuk mengeksekusi strategi tersebut. Untuk mewujudkan hal ini, kejelasan mengenai apa yang diharapkan dari semua orang dalam organisasi merupakan hal yang harus ada. Karena itu untuk membuatnya jelas, fokus pada tujuan yang didefinisikan sebelumnya juga harus diwujudkan.

Kejelasan, sekali lagi kejelasan, tetap menjadi prioritas utama dalam eksekusi strategi. Tidak ada pendapat yang secara terang dapat menjelaskan hal ini kecuali McKenney Rogers. Dia menyatakan komunikasi dan tingkah laku merupakan jantung dari eksekusi strategi. Komunikasi yang efektif dari atas ke bawah maupun sebaliknya harus terwujud. Tetapi juga jangan melupakan tingkah laku atau budaya organisasi untuk melakukan eksekusi strategi. Budaya menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan. Apakah budaya organisasi sesuai dengan strategi dan sekaligus dapat mendukungnya? Itulah pertanyaan yang harus dijawab sebelum memilih strategi.

Sebuah studi dari Julian Birkinshaw, London Bussiness School, mengungkapkan bahwa harus tercipta keseimbangan antara rentangan (stretch), dukungan (support), ruang (space), dan batasan (boundary). Organisasi harus dapat menginspirasi setiap individu untuk meraih lebih (stretch), memberikan alat-alat dan dukungan (support), memberikan kebebasan untuk berkraesi (space), dan memberikan batasan tentang hal-hal yang tidak boleh dilampaui (boundary). Tahapan krusial selanjutnya adalah pengukuran kinerja dan pelaporan. Riset membuktikan bahwa pelaporan dan pengukuran yang salah merupakan alasan mengapa banyak perusahaan hanya mencapai 63% dari hasil yang diharapkan. Bahkan masih menurut riset, tidak lebih dari 15% perusahaan yang melakukan pengukuran kinerja secara teratur. Jika pembaca ingin penjelasan lengkap, referensi yang berjudul ” Turning Great Strategy Into Great Performance” yang dimuat di Havard Bussiness Review, Januari 2008 dapat memetakan strategi. Dua ahli pengukuran kinerja, Kaplan dan Norton merekomendasikan Balance Score Card (BSC) dan Mission Dashboard.

BSC merupakan alat pengukuran kinerja yang menggunakan empat perspektif, yaitu pelanggan, proses internal, pembelajaran dan pertumbuhan, keuangan untuk mengevaluasi kinerja organisasi. Alat ini telah mendunia dan dipakai perusahaan-perusahaan multinasional seperti ExxonMobil, British Petroleum (BP) sampai Kementrian Pertahanan Inggris.

Implementasi strategi tentu saja membutuhkan kepemimpinan yang bagus. Untuk mencapai tujuan, pemimpin harus memberikan fokus dan kejelasan, membangkitkan keterlibatan, menetapkan tolak ukur yang tepat, memperkuat kolaborasi, mengalokasikan sumberdaya, dan memelihara kecepatan. Pemimpin juga harus menjadi pelindung anggotanya dari ekspektasi yang tidak realistis dan menegosiasikan cara mengeksekusi strategi.

Selanjutnya, implementasi strategi membutuhkan kebebasan berkreasi sehingga menciptakan inovasi dan perubahan-perubahan. Managemen perubahan (Change Management) sangat dibutuhkan untuk mengawal keberhasilan implementasi ini. Managemen perubahan harus bisa menjadi obat trauma perubahan-perubahan yang sering terjadi. Kemampan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan dan internal organisasi menjadi modal utama keberlanjutan suatu organiasi. Individu dalam organisasi tidak akan pernah mau mengambil resiko jika dengan adanya kesalahan yang telah diperbuat, ia akan dihukum dan dicela. Oleh karena itu, dorongan terhadap adanya kreativitas dan inovasi harus diikuti dengan perayaan kesuksesan dan anjuran untuk belajar dari kesalahan.

Sebagai penutup, pernyataan dari Jenderal Colin Powell berikut mungkin dapat menggambarkan arti penting ketepatan eksekusi strategi. Dia menyataan bahwa ”All great ideas and vissions in the world are worthless if they can’t be implemented raidly and efficiently

Saka Gustama

Tulisan ini disadur dari Majalah SWA tanggal 25 Juni 2008

→ 1 CommentKategori: Strategy Management
Tagged: , , , , ,

SPEEDY PROMO AGUSTUS 2008 “CEPAT, MURAH, TERPERCAYA”

Juli 14, 2008 · 3 Komentar

Internet Speedy Telkom melakukan promo menggiurkan masyarakat dengan layanan makin baik dan paket internet yang makin murah pada bulan Agustus 2008 ini. Langkah berani ini dilakukan selain untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses internet juga dalam upaya untuk edukasi sehingga informasi dan perkembangan teknologi bisa terserap dengan cepat oleh masyarakat.

Promo jika daftar bulan Agustus 2008 sbb:

1. Gratis Biaya Aktifasi

2. Modem speedy hanya Rp 180.000,- (sudah termasuk biaya pasang)

3. Gratis pulsa SLJJ telepon rumah Rp 50.000/bulan (selama 6 bulan sejak aktifasi)

4. Fasilitas Diskon dan Gratis sampai akhir tahun.

· Paket Speedy Time Based

Biaya aktifasi: Rp 75.000,-
Biaya langganan: Rp 200.000,-/bulan,
Akses sepuasnya selama: 50 jam
Penggunaan diatas 50 jam: Rp 25,-/menit
Besar tagihan max: 1,2jt

· Paket Speedy Personal

Biaya aktifasi: Rp 75.000,-
Biaya langganan: Rp 200.000,-/bulan
Penggunaan hingga: 1GB (1000MB) /bulan
Penggunaan diatas 1GB: Rp 0.5,-/KB

Besar tagihan max: 1,2jt

· Speedy Profesional

Biaya aktifasi: Rp 75.000,-
Biaya langganan: Rp 400.000,-/bulan
Penggunaan hingga: 3GB (3000MB) /bulan
Penggunaan diatas 3GB: Rp 0.5,-/KB

Besar tagihan max: 1,2jt

“FASILITAS GRATIS BIAYA LANGGANAN 2 BULAN (AGUSTUS-SEPTEMBER) SETELAH ITU DISKON 50% BIAYA LANGGANAN SAMPAI DESEMBER 2008 UNTUK PAKET SPEEDY TIME BASED,PERSONAL,PROFESIONAL”


· Paket Speedy Office

Biaya aktifasi: Rp 75.000,-
Biaya langganan: Rp 750.000,-/bulan
Tanpa batas penggunaan

“FASILITAS DISKON BIAYA LANGGANAN 50% SAMPAI DESEMBER 2008 UNTUK SPEEDY OFFICE”

· Paket Speedy WarNet

Biaya aktifasi: Rp 75.000,-

Biaya langganan: Rp 1750.000,-/bulan
Tanpa batas penggunaan

Caranya sangat GAMPANG! Daftar via SMS:
Ketik:
psb_speedy_nama pelanggan_notelp pelanggan

Keterangan:
_ : spasi

Contoh:
psb_speedy_joko_031 5940007

Kirim ke: 03177434220

Informasi lebih lanjut hubungi no. 031-5466045/77434220

Pendaftaran juga dapat dilakukan dengan menghubungi nomor diatas.

→ 3 CommentsKategori: Telkom Speedy
Tagged: , , , , , ,

Speedy, Speed That You Can Trust Bukan Hanya Bahasa Indah Marketing Tetapi Kenyataan

Juli 12, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Speedy, Speed That You Can Trust Bukan Hanya Bahasa Indah

Marketing Tetapi Kenyataan

Internet Speedy dari PT Telkom mungkin sudah sering kita dengar. Akhir-akhir ini iklan Speedy juga sering muncul di TV dengan bintang iklannya Carissa Putri, artis pemeran AAC (Ayat-Ayat Cinta). Slogan yang ditonjolkan dalam iklan itu “Speedy, Speed that You Can Trust” mengisyaratkan bahwa hanya Speedy yang dapat dipercaya pelanggan akan kemampuan pelayanannya. Iklan itu dimulai ketika ada seorang laki-laki yang memesan taksi ke airport. Seolah-olah si sopir itu paham keinginan si laki-kali, dengan cepat ia menghidupkan mesin taksi dan tancap gas. Dengan kecepatan tinggi di lalu lintas yang ramai, si sopir menjalankan taxi dengan zig zag, jika dipikir hal itu sangat membahayakan si penumpang, sopir dan pengguna jalan lainnya. Apalagi di jalan yang lurus, si sopir menggunakan NOS yang tentu saja mobil sangat sulit dikendalikan. Kecepatan taxi memang tidak diragukan lagi tetapi ehh ketika sampai tujuan, bukan main ekspresi kaget si laki-laki, ternyata ia diantarkan ke stasiun Jakarta kota bukan airport.

Tulisan ini ingin meng-comment-i Speedy dari segi iklan dan keadaan dilapangan serta menganalisa dari sudut pandang kualitas jasa (Service Quality/ ServQual). Mungkin kalo kita sering baca buku-buku jasa, kita akan menemukan sebuah model dari ahli ServQual, Parasuraman. Dari model ini sebuah jasa dinilai dari 5 dimensi yaitu : Tangible (Bukti Fisik), Reliability (Reliabilitas), Responsiveness (Daya Tanggap), Assurance (Jaminan), Empathy (Empati).

Bukti fisik adalah kumpulan atribut yang melekat pada jasa/ Speedy dimana atribut-atribut tersebut mendukung kualitas tinggi dari Speedy. Coba kita lihat apa saja yang mendukung akses internet cepat dan berkualitas. Jaringan telepon yang digunakan Speedy sebagai media transmisi sudah tentu terluas se Indonesia. Speedy memang menggunakan jaringan telepon rumah yang mengaplikasikan teknologi ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line) yang memungkinkan terjadinya komunikasi data, voice dan video secara bersamaan. Berbeda dengan akses internet lain yang menggunakan kabel telepon, Speedy memang dapat digunakan tanpa harus memutus akses telepon. Dengan kecepatan akses 128 KBpS upstream (upload) dan 1 MBps downstream (download), Speedy menjadi pilihan terbaik bagi pelanggan. Kemudahan jaringan ini bisa ditunjukkan dengan pelanggan yang hanya perlu menyediakan modem dan tentu saja komputer untuk bisa mengakses internet.

Reliabilitas merupakan dimensi yang menyatakan bahwa Speedy mampu memenuhi janji layanan. Ini sangat identik dengan slogan Speedy, Speed That You Can Trust. Kata-kata “Trust” mengisyaratkan bahwa Speedy mampu memenuhi janji layanan. Dari segi kecepatan akses, Speedy dijamin dapat memenuhi janji dan memanjakan pelanggan dengan kecepatan dan pelayanan service yang berkualitas.

Iklan Speedy menunjukkan si sopir taksi kurang mempunyai daya tanggap karena penumpang yang sudah pesan untuk diantarkan airport malah diantarkan ke stasiun. Speedy bukan seperti si sopir taksi. Speedy sangat mendengarkan keinginan, keluhan, komplain pelanggan. Masalah yang timbul pun sangat cepat ditangani. Pelanggan yang mengalami masalah pada Speedy bisa langsung telepon ke 147. Coba bayangkan jika kita menggunakan provider internet lain selain Speedy, pasti masalah kita tidak segera ditangani. Apa ada jaringan service seluas Telkom Speedy? Teknisi Speedy tersebar di berbagai kantor Telkom samapai tingkat kecamatan. Hal ini yang tidak dapat diberikan provider internet lain kepada pelanggannya.

Jaminan yang diberikan Speedy juga nyata, selain kesiapan para teknisi untuk memasang dengan cepat (3 hari setelah transaksi selesai) juga kesiapan mereka dalam menangani masalah. Berdasarkan data yang terkumpul di Telkom, keterlambatan pemasangan ini sebagian besar disebabkan karena calon pelanggan yang memang belum siap didatangi dalam waktu 3 hari setelah transaksi. Jadi bukan masalah kesiapan Telkom dalam memasang Speedy.

Empati merupakan pelayanan personal Telkom terhadap pelanggannya. Pelayanan yang baik bukan hanya terjalinnya transaksi jasa tetapi hubungan perusahaan dan pelanggan sampai tahap personal, dari hati ke hati. Hal ini selalu dilakukan Telkom dengan adanya customer care Speedy dan produk Telkom lain yang selalu siap 24 jam sehari mendengarkan keinginan dan masalah pelanggan.

Apalagi untuk memanjakan pelanggan, Telkom Speedy menyediakan berbagai paket langganan mulai dari Speedy Limited (Time Based, Personal, Profesional) dan Speedy Unlmited (Ofiice, WarNet). Dengan begitu, pelanggan bisa memilih paket sesuai dengan kebutuhannya dengan pertimbangan kapasitas download dan harga.

Tidak salah jika masyarakat memilih Speedy sebagai mitra provider internet terdepan. Dengan jaringan yang luas meliputi semua jaringan telepon rumah se Indonesia, kecepatan akses super cepat sampai 1 MBpS dan ketersediaan pilihan paket Speedy serta biaya berlangganan yang relatif murah dibandingkan pesaing, Speedy mampu memberikan pelayanan yang paling memuaskan kepada pelanggannya dibandingkan provider lain. Slogan Speedy, Speed That You Can Trust bukan hanya bahasa indah pemasaran tetapi benar-benar menjadi kenyataan.

→ Leave a CommentKategori: Uncategorized